| DIET dan olahraga merupakan cara efektif memiliki tubuh ideal.Namun, metode yang salah tidak membuat lemak enyah, justru kandungan cairan berkurang drastis. Bukan rahasia lagi jika setiap orang menginginkan tubuh yang sehat. Sebagian di antaranya berasumsi, dengan menurunkan berat badan, otomatis tubuh akan menjadi sehat. Asumsi yang tidak sepenuhnya benar. Problem yang muncul saat berupaya menurunkan berat badan adalah berat badan justru naik. Jika pun turun hanya untuk sementara waktu, kemudian naik lagi.Bahkan,lebih parah dari sebelumnya. Kalau sudah begitu, bukan sehat malah penyakit yang bersarang. ”Kurus berarti berat badan turun. Bahkan, jika kondisi berat badan tidak turun sekalipun, tetapi kandungan lemak dalam tubuh berkurang, maka tubuh ideal yang diimpikan telah terwujud,” ujar konsultan olahraga dan kebugaran dari Jakarta Anti Aging Center dr Phaidon Toruan MM saat peluncuran buku ”Fat-Loss Not Weight-Loss” di Jakarta, Selasa (10/7). Dia mengungkapkan,memiliki bentuk tubuh yang langsing tidak harus berdiet ketat. Konsep makan sehat enam hari dan satu hari makan favorit, tapi tetap memperhatikan asupan gizi pun sudah cukup. ”Diet dengan mengatur pola makan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan food combining, menu makan tidak membosankan dan makan tepat waktu,” katanya. Tidak hanya itu, dianjurkan pula mengonsumsi serat terlebih dahulu sebelum makanan yang berlemak. Dan lebih baik mengonsumsi air tanpa kandungan mineral di dalamnya karena lebih sehat dan lebih bagus untuk dikonsumsi. Karena mineral bisa didapat dari mengonsumsi sayuran atau makanan yang terbuat dari bahan organis. Menurut Phaidon,sehat adalah modal untuk memulai berbagai aktivitas. Sebab itu, menjaga tubuh agar tidak gemuk dengan cara membakar kelebihan lemak dengan berolahraga menjadi solusi bijak.Tidak sekadar sehat, juga mendapat tubuh bugar dan bentuk yang ideal. Pola pikir inilah yang harus dibentuk. Bukan berupaya menurunkan berat badan, melainkan bagaimana caranya menghilangkan lemak di dalam tubuh. Selama ini, kebanyakan orang bertubuh gemuk melakukan diet yang salah.Mengurangi kalori, frekuensi makan, atau kombinasi keduanya. Bahkan, ada juga yang tidak makan seharian. Hal ini tentu saja menyebabkan tubuh menjadi lemas, mudah berkeringat dingin, dan mood pun terganggu. Teknik ini juga memaksa tubuh untuk melawan dengan hebat, meminta kompensasi lebih. Kondisi yang lemah meminta tambahan asupan nutrisi. Buntutnya, tubuh akan memaksa otak untuk mencari karbohidrat. Sekali memasukkan karbohidrat ke dalam mulut, maka sulit untuk berhenti makan. Program yang tidak tepat tapi sering dilakoni adalah berolahraga secara ekstrem. Misalnya, berlatih dua jam setiap hari. Bukan hasil yang didapat, justru tubuh yang tersiksa. Karena pada dasarnya aktivitas olahraga memproduksi radikal bebas dan meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres. ”Radikal bebas ini akan merusak sel otot dan jaringan tubuh lain. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, radikal bebas bila bertemu dengan LDL—kolesterol jahat—akan membantu proses pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Kartisol sendiri apabila berlebihan akan mengakibatkan kelelahan yang amat sangat, hingga menyebabkan malas berolahraga. Peningkatan kartisol juga menyebabkan banyak gangguan, sebagai akibat dari aktivitas yang berlebihan. Selain rasa lelah, gairah menurun dan menumpulkan kerja hormon insulin, ujung-ujungnya tubuh akan bertambah gemuk. Sementara itu, dr Debby Susanti Vinski dari Perhimpunan Antiaging menambahkan, jika ingin memiliki tubuh sehat, olahraga minimal 10 menit sehari sudah mencukupi. Itu sudah lebih baik dibandingkan tidak sama sekali melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Dia mengungkapkan, diet tanpa olah raga dan /atau melakukan diet yang salah dalam berolahraga, seperti makan hanya sekali dalam sehari akan berdampak pada tubuh. ”Bila Anda mengurangi kalori dan tidak berolahraga, tubuh akan mengalami beberapa hal yaitu mulai dari kehilangan massa otot, kehilangan air karena kehilangan karbohidrat dan garam,” katanya. Adapun atlet binaragawan nasional Ade Rai mengatakan, kebugaran sama dengan keuangan. Artinya, perlu manajemen yang baik untuk mengelolanya. ”Tidak kerja, tidak usaha, dan tidak melakukan apa-apa pasti tidak kaya. Begitu pula dengan kesehatan, olahraga tidak, diet pun tidak, maka tidak mungkin sehat,” ujarnya. Menurut Ade, diet tidak ada istilah telat. Diet pun akan berhasil asalkan tidak membosankan dan disiplin. ”Jika sudah melakukan hal tersebut, dijamin diet akan berhasil dan tidak menjadi beban. Makan sehat dan berolahraga sudah menjadi santapan sehari-hari,” tandasnya. (lenny handayani) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar